jump to navigation

Sebuah Usaha untuk Berbisik! [part one] November 28, 2007

Posted by edwardsahalatua in Kalbu!.
trackback

1923170160_876ebab0e7_m.jpg Dalam percakapan yang lamat, berdengung, seperempat tertangkap maka absah untuk menduga, mulai curiga, sebagaimana yang selalu kaualamatkan pada nol. Tepat! Dibenakmu ada yang ketemu antara diriku dan bilangan nol. Sebab nol adalah bilangan yang patut kau curigai. Sesuatu yang tidak mengenal lusuh, namun tetap acak, dalam potensi-potensi dan pilihan-pilihan tak terduga, seperti mengapa misalnya seorang anak lebih memilih uang saku daripada sebuah kantung berisi kue-kue yang jauh lebih mahal bersama dengan ucapan selamat menimba ilmu. Kecurigaan yang tidak perlu direkayasa dan memerlukan banyak alasan pendukungnya.  Nol adalah malapetaka, segala bilangan mulai menyusun dunianya sendiri dan harus segera menghindar jauh-jauh dari sumbernya sebelum ia disetubuhi dan masuk lagi dalam bilangan yang tak pernah lusuh itu. Semacam singularitas, yang akan membuat perjalanan segala bilangan lain menjadi sia-sia dan tak bermakna….

Komentar»

1. bedh - November 28, 2007

takut aja kali?
ketakutan yang ditimbulkan karna ketidak tahuan
karna nol sebenernya bukanlah benar2 nol
seperti tiada sebenernya adalah ada

takut juga kalo sembarang tuduh
takut kalo ketahuan sok taunye
tapi cuek ah
yang penting comment huhuhuhuhuuh

Edo : Tankyu atas dugaannya kuakaaak…kuakaak…